Pulau Pari

Dermaga Pulau Pari

Pulau Pari

Gambaran Umum

Secara Administratif Pulau Pari berada di wilayah kelurahan Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu Provinsi DKI Jakarta. Berdasarkan sejarah Pulau Pari ini awalnya adalah tempat mencari ikan bagi nelayan Pulau Tidung yang lama kelamaan akhirnya menetap di Pulau Pari hingga turun menurun sampai sekarang.
Pulau Pari memiliki luas 41,32 ha yang peruntukannya menurut Perda Provinsi DKI Jakarta No. 6 Tahun 1999 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RT RW) Provinsi DKI Jakarta difungsikan untuk perumahan walaupun sekarang pengembangan Pulau Pari lebih kea arah wisata mengigat usaha budidaya rumput laut yang merupakan matapencarian utama masyarakat Pulau Pari sudah mengalami penurunan.
Sattus Pulau Pari sebagian adalah milik pemerintah karana disana terdapat UPT Loka Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia Oseanografi milik P20 LIPI yang berada di sebelah barat Pulau Pari, sedangkan sisanya lagi milik swasta yaitu PT. Pari Asri (dahulu bernama PT. Bumi Raya) yang hingga saat ini masih sengketa dengan warga Pualu Pari. Status kawasan yang ada di Pulau Pari ini diantaranya yaitu Kawasan Wisata, Kawasan Penelitian dan Kawasan Konservasi Magrov.
Pulau Pari memiliki topografi yang berbentuk datar (ketinggian ± 0 – 3 m dpi) dengaan tipe pantai berpasir dan bervegetasi mangrove (dibagian utara dan barat). Pulau Pari merupakan pulau karang timbul yang jika dilihat dari citra satelit bentuknya mirip ikan pari. Pulau ini memiliki perairan dangkal dengan subtract pasir pasir. Penggunaan lahan di Pulau Pari digunakan untuk kepentingan perumahan, konservasi mangrove dan kepentingan wisata bahari. Penutupan lahannya masih didominasi oleh semak belukar dan pepohonan.

Kependudukan & Sosial Budaya

Pulau Pari memiliki 1 RW dan 4 RT dengan jumlah penduduk sebanyak 930 jiwa aserta jumlah kepala keluarga sebanyak 265 KK. Penduduk Pulau Pari merupakan pencampuran dari berbagai macam suku, yaitu bugis, betawi, jawa, sunda dan bima sehingga penduduk setempat menggunakan bahasa Kepulauan Seribu yang merupakan perpaduan bahasa dari suku-suku tersebut. Penduduk Pulau Pari 100% memeluk agama Islam sehingga kehidupan social budayanya banyak dipengaruhi oleh unsure-unsur agama Islam.
Penduduk Pulau Pari mayoritas bermatapencarian sebagian nelayan sekitar 80% yang setiap weekend beralih profesi sebagai tour guide, sedangkan sisanya adalah pedagang, buruh, PNS, wiraswasta dan petani rumput laut. Sejak pariwisata dikembangkan di Pulau Pari, roda perekonomian penduduk Pulau Pari kini menjadi lebih baik.

Aktivitas Pengelolaan Sumberdaya

Kegiatan pengelolaan wilayah perairan yang ada adalah bududaya dalam karamba jaring apung (KJA) di bagian utara pulau jenis-jenis ikan yang dibudidayakan adalah ikan kerapu macan, kerapu lumpur dan kerapu sunu. Pemda DKI melalui Subdit Perikanan pada tahun 2012 ini memberikan bantuan KJA kepada kelompok masyarakat Pulau Pari.
Kegiatan investasi yang saat ini masih berjalan adalah budidaya KJA untuk ikan kerapu sementara untuk jenis budidaya yang lain seperti rumput laut yang sempat menjadi primadona bagi penduduk Pulau Pari sudah tidak bias dilakukan lagi mengingat kondisi perairannya sudah tercemar limbah.
Adanya objek wisata Pantai Pasir Perawan dan pantai lainnya yang dikelola oleh penduduk Pulau Pari menjadikan roda eonomi kembali berputar bahkan menambah pamor Pulau Pari sebagai daerah tujuan wisata sehingga tidak heran apabila setiap akhir pekan Pulau Pari selalu rami dikunjungi para wisatawan local hingga mancanegara. Hal ini kemudian berimas kepada usaha homestay, catering, penyewaan alat snorkelling, sepeda dan kapal motor. Oleh karena itu, keindahan dan kelestarian pantai perlu terus dijaga secara serius bersama-sama.

Sarana & Prasarana

Jenis sarana transportasi yang ada di Pulau Pari terdiri dari transportasi darat dan laut. Transportasi darat meliputi sepeda motor, motor gerobak, sepeda dan gerobak. Sarana transportasi tersebut didukung dengan prasarana jalan yang terbuat dari paving block dengan lebar jalan untuk jalan desa 2 m dan untuk jalan gang sekitar 1 m. Jalan tersebut dibagun pada tahun 2001 oleh Pemda DKI Jakarta dan hingga saat ini kondisinya terbilang masih cukup baik.
Sarana penerangan yang ada di Pulau Pari awalnya menggunakan listrik PLTD namun sekarang sudah melalui jaringan kabel listrik bawah laut sehingga listrik dapat menyala selama 24 jam. Sistem pembayaran listrik melalui listrik prabayar dengan voucher, masing-masing rumah sudah dilengkapi dengan instalasi listrik dengan besaran 900 watt per rumah. Sarana penerangan jalan di Pulau Pari masih sangat minim sehingga jalan-jalan mayoritas masih gelap pada saat malam hari.
Sarana air bersih yang ada di Pulau Pari bias didaptkan dari sumur dengan kedalaman 2 m. Air tersebut oleh penduduk hanya digunakan untuk keperluan MCK saja dikarenakan airnya yang agak berasa payau, sedangkan untuk keperluan memasak penduduk menggunakan air hasil penyulingan Reverse Osmosis ( RO). Fasilitas RO ini merupakan bantuan yang diberikan oleh Pemda DKI Jakarta pada tahun 2005 yang pengelolaannya diserahkan kepada penduduk Pulau Pari.
Sarana kesehatan terdiri dari sebuah Pos Kesehatan dan sebuah Posyandu, sementara untuk Puskesmas harus menempuh perjalanan laut selama 1 jam menggunakan kapal motor ke Pulau Lancang Besar. Petugas kesehatan yang ada di Pulau Pari terdiri dari 1 orang dokter umum, 3 orang bidan dan 1 orang paramedis.
Sarana pendidikan yang ada di Pulau Pari terdiri dari 1 PAUD, 1 Taman Kanak-kanak, 1 Sekolah Dasar, 1 Madrasah Diniyah dan 1 Sekolah Mengeha Pertama.
Sarana pendukung Wisata Pulau Pari terdiri dari homestay, catering, kapal motor snorkelling, alat penyewaan alat snorkelling, sepeda dan banana boat.

3 Comments

Gambar Pantai Pulau Pari | SHAQILA TOUR

[…] Tentang Pulau Pari […]

Reply

Paket Perjalanan Wisata Pulau Pari | SHAQILA TOUR

[…] Tentang Pulau Pari […]

Reply

Foto Pantai Di Pulau Pari | SHAQILA TOUR

[…] Tentang Pulau Pari […]

Reply

Post Your Comment Here

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.